Tuesday, June 16, 2009

Mengapa Gorengan Picu Kanker

 Sejumlah penelitian menyatakan gorengan sangat cepat memicu tumbuhnya kanker pada organ tubuh manusia. Karena itu, dokter selalu menganjurkan menghindari makan gorengan. Sebenarnya, minyak dibutuhkan dalam metabolisme tubuh. Dalam sehari, tubuh membutuhkan minyak 5-10 mililiter.

Seperti dikutip laman RumahKanker.com, Minggu 17 Mei 2009, mekanisme gorengan memicu kanker diawali dari makanan kaya karbohidrat seperti kentang, nasi, singkong, ubi, dan pisang yang dipanaskan.

Pada 2002, seorang peneliti kanker, Eden Tareke dari Universitas Stockholm, Swedia, mengumumkan hasil penelitiannya. Ia menemukan akrilamida, bahan pemicu kanker yang terbentuk pada makanan yang dipanaskan.

Menurut penelitian itu, makanan kaya karbohidrat jika digoreng akan terurai, kemudian bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) yang bernama akrilamida.

Hal yang sama juga terjadi pada makanan yang dipanggang. Sedang makanan mentah yang direbus, atau dikukus tidak mengalami reaksi semacam itu. Kalau pun ada, kadarnya sangat kecil.

Penelitian terhadap tikus percobaan menunjukkan, akrilamida menimbulkan tumor, merusak DNA, merusak syaraf, mengganggu tingkat kesuburan, dan mengakibatkan keguguran. Seporsi kentang goreng yang dimasak pada suhu 220 derajat celcius mengandung akrilamida kurang-lebih 2.500 mikrogram. Pada tikus percobaan, jumlah ini sudah menimbulkan mutasi gen.

Menggoreng Sendiri adalah salah satu kiat sehat makan gorengan. Dengan menggoreng sendiri, Anda dapat menggunakan minyak baru. Minyak yang belum pernah dipakai masih terbebas dari akrilamida maupun zat-zat pemicu kanker lainnya.

Selain itu, usahakan menggoreng dengan api sedang, dengan suhu rata-rata 180 – 220 derajat celcius. Semakin rendah suhunya, semakin sedikit bahan pemicu kanker yang terbentuk.(vivanews)

0 comments: